| Calon Mahasiswa Boleh Pilih UMB atau SNMPTN |
| Monday, 12 May 2008 , Koran Sindo | |
|
SURABAYA (SINDO) – Calon mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi tak perlu bingung. Dua pola penerimaanmahasiswa baruyaituseleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan ujian masuk bersama (UMB), sama-sama bisa ditempuh. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Fasli Djalal menjelaskan, setiap rektor PTN bebas menentukan akan mengikuti sistempenerimaanyangmana. Begitu pula para calon mahasiswa.“ Jadi,tidak perlu dibuat bingung. Tergantung rektornya saja mengarahkan pilihan kepada siapa. Calon mahasiswa juga memiliki kesempatan memilih antara kedua penyelenggara ini,”tandasnya. Menurutnya,bila calon mahasiswa ingin yang cepat, efektif,dan murah, sebaiknya memang memilih SNMPTN. Panitianya diikuti 57 PTN di Indonesia. Sementara UMB hanya diikuti lima PTN saja. Biaya SNMPTN lebih ringan. Sebut saja pilihan IPA dan IPS yang bertarif Rp150.000. Sementara pilihan IPC dihargai Rp175.000. Kalau dibandingkan UMB,harganya lebih mahal. Untuk IPS dan IPA saja harga formulir Rp175.000. Sementara harga formulir untuk IPC mencapai Rp200.000. Sayangnya, kuota SNMPTN lebih sedikit dibandingkan UMB. Jatah SNMPTN minimal20%. SementaraUMBbisa mencapai 80%.Kondisi seperti ini menuntut calon mahasiswa berkompetisi merebutkan jatah kursi PTN ketika mengikutiSNMPTN.“ Kitaberupaya memperbanyak kesempatan dengan menambah jatah bagi SNMPTN,”tuturnya. Sekjen SNPMTN Prof Haris Supratno mengatakan, panitiaSNPMTNtidakmemaksa PTN untuk ikut. Untuk itu, setiaprektordiberikankesempatan memilih antara UMB dan SNMPTN.Semua pilihan masih terbuka untuk diikuti. “Pada intinya,kami membuka kesempatan kepada tiap PTN bergabung bersama kami. Kalau rektor jeli dan paham tentang keuangan negara, mereka jelas memilih SNMPTN,” tukasnya. (aan haryono) |
Ditulis dalam berita


