<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Menyambut Hari Pendidikan Nasional: Pendidikan Yang Tetap Mahal!</title>
	<atom:link href="http://duniapangankita.wordpress.com/2009/05/02/menyambut-hari-pendidikan-nasional-pendidikan-yang-tetap-mahal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapangankita.wordpress.com/2009/05/02/menyambut-hari-pendidikan-nasional-pendidikan-yang-tetap-mahal/</link>
	<description>pangan untuk semua, tanpa kecuali</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 05:34:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: bastian</title>
		<link>http://duniapangankita.wordpress.com/2009/05/02/menyambut-hari-pendidikan-nasional-pendidikan-yang-tetap-mahal/#comment-788</link>
		<dc:creator>bastian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 16:49:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapangankita.wordpress.com/?p=441#comment-788</guid>
		<description>bagaimana mau memasukan anak ke sma/smk kalau biayanya mahal...
bagaimana dengan janji2 partai yang mengusung tentang biaya sekolah gratis sampai sma..dimana hatinuraninya jika orangtua berpenghasilan rendah berniat untuk menyekolahkan anak sampai sma/smk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana mau memasukan anak ke sma/smk kalau biayanya mahal&#8230;<br />
bagaimana dengan janji2 partai yang mengusung tentang biaya sekolah gratis sampai sma..dimana hatinuraninya jika orangtua berpenghasilan rendah berniat untuk menyekolahkan anak sampai sma/smk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Meiliasman</title>
		<link>http://duniapangankita.wordpress.com/2009/05/02/menyambut-hari-pendidikan-nasional-pendidikan-yang-tetap-mahal/#comment-750</link>
		<dc:creator>Meiliasman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 16:10:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapangankita.wordpress.com/?p=441#comment-750</guid>
		<description>Saya berprofesi sebagai wiraswasta kecil-kecilan mempunyai 1 anak kuliah (negeri) dan2  anak yg bersekolah di SMU dan SMK (negeri) yg merasakan beratnya biaya untuk sekolahan tersebut. Disini perlu saya pertanyakan yg menetapkan besarnya biaya   IDP dan bulanan disekolah tsb memang betul atas dasar kesepakatan orang tua murid, Komite Sekolah, dan Sekolah namun besarnya biaya IDP dan SPP bulanan tsb terlebih dahulu atas dasar kesepakatan Pengurus Komite Sekolah dan Sekolah dan  oleh sekolah dibawa keacara pertemuan dengan orang tua murid dan disini orang tua murid secara terpaksa menyetujui kesepakatan Pengurus Komite Sekolah dan Sekolah  tsb dengan alasan yang pentuing anaknya sekolah. Yang saya pertanyakan dalam hal ini adalah Pengurus Komite Sekolah yang menurut pengamatan kami terdiri dari orang tua murid yang secara ekonomi adalah orang-orang mampu (pejabat dan pengusaha). Jadi dalam hal ini saya mengaharapkan dari dinas terkait mempelajari hal tersebut karena hal tersebut juga terjadi dihampir seluruh sekolah negeri dan saya mempertanyakan alokasi dana APBN yang sebesar 20% yang jumlahnya cukup fantastis tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya berprofesi sebagai wiraswasta kecil-kecilan mempunyai 1 anak kuliah (negeri) dan2  anak yg bersekolah di SMU dan SMK (negeri) yg merasakan beratnya biaya untuk sekolahan tersebut. Disini perlu saya pertanyakan yg menetapkan besarnya biaya   IDP dan bulanan disekolah tsb memang betul atas dasar kesepakatan orang tua murid, Komite Sekolah, dan Sekolah namun besarnya biaya IDP dan SPP bulanan tsb terlebih dahulu atas dasar kesepakatan Pengurus Komite Sekolah dan Sekolah dan  oleh sekolah dibawa keacara pertemuan dengan orang tua murid dan disini orang tua murid secara terpaksa menyetujui kesepakatan Pengurus Komite Sekolah dan Sekolah  tsb dengan alasan yang pentuing anaknya sekolah. Yang saya pertanyakan dalam hal ini adalah Pengurus Komite Sekolah yang menurut pengamatan kami terdiri dari orang tua murid yang secara ekonomi adalah orang-orang mampu (pejabat dan pengusaha). Jadi dalam hal ini saya mengaharapkan dari dinas terkait mempelajari hal tersebut karena hal tersebut juga terjadi dihampir seluruh sekolah negeri dan saya mempertanyakan alokasi dana APBN yang sebesar 20% yang jumlahnya cukup fantastis tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
