Oleh: admin1970 | 9 November 2009

Pusingnya Menjadi Peneliti di Indonesia…


peneliti stress

Mendapatkan proyek penelitian tidak lantas enak dan senang. Contohnya (satu saja, soalnya banyak kalo mau ditulis) ketika harus bikin laporan. Bukan laporannya yang bikin pusing tujuh kelilng, tapi ketika diminta rincian kwitansi yang harus dicopy 7 kali.

Hari jum’at kemarin seharusnya laporan HIBAH Bersaing harus masuk, tapi karena kendala kwitansi tadi jadi belum selesai sampai sekarang. Mulai harus ngumpulin kuitansi dari yang berharga ratusan rupiah sampai yang berhaga ratusan ribu rupiah. Ada yang bercap toko, dan lebih banyak yang tidak pakai cap.Dan banyak lagi yang tidak berkuitansi, ya karena beli bahan dari petani. Padahal yang dibutuhkan adalah kuitansi yang ada capnya! Alamak…..nasib penelitian di Indonesia.

Sebenarnya, 4 tahun kebelakang tidak pernah di tuntut harus melampirkan kuitansi dan hanya diminta untuk menyimpannya. Dan sekarang mulai diberlakukan…

Dan apa yang terjadi, muncullah jasa-jasa pembuat kuitansi bercap. Dan ini nyata! Karena tidak mau dipusingkan dengan masalah kuitansi banyak para peneliti akhirnya menggunakan jasa-jasa itu……Siapa yang salah? Berdosakah? Entahlah, memang akhirnya membuat para peneliti enggan untuk membuat lagi proposal….minimal beberapa teman yang saya temui.

Dan hal ini biasa terjadi di sini, di republik tercinta ini. Bikin kuitansi perjalanan, hotel, penerbangan, pembelian barang yang sejatinya…..

Kalau sudah begitu, bisakah kita meneliti dengan hati…(kata temanku Irwandi Jaswir di harian Republika beberapa hari yang lalu….). Coba bandingkan kondisi dosen/peneliti kita dengan negara sebelah! Pasti kita akan geleng-geleng sendiri.

Ah malu aku dibuatnya. Bisa bertahankah aku? Haruskah kita diam saja melihat kondisi ini? Pantaslah apa yang terjadi di MK kemarin…


Responses

  1. assalamualaikum
    bener pak, saia spendapat
    saia mahasiswa biologi sebuah universitas di bandung, merasakan hal yang sama.. entah mengapa, tampak seperti dipersulit, tak adanya suatu dukungan full dari pihak2 terkait.. tak seperti jaman Habibie dulu yang sangat sangat mensupport penelitian.. bagaimana ni pak solusinya? kok penelitian di Indonesia jua tak mengalami peningkatan yang signifikan padahal SDM yang dimiliki sudah sangat melimpah ruah dengan kompetensi, kualitas, dan kuantitas..

    salam..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: