Oleh: admin1970 | 10 Februari 2011

IPB Tolak Sebut Merek Susu Formula Yang Mengandung Bakteri Sakazakii


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Institut Pertanian Bogor (IPB) menolak menyebutkan merek susu formula yang dalam penelitiannya di tahun 2008 terbukti mengandung bakteri Enterobacter sakazakii.

“IPB belum menerima salinan putusan dari MA sehingga belum dapat memenuhi permintaan ini,” kata Kepala Kantor Hukum dan Organisasi, Dedi Muhammad Tauhid, Mewakili Rektor IPB dalam jumpa pers bersama di Kantor Kementerian Kominfo di Jakarta, Kamis (10/2).

Jumpa pers yang dimoderatori langsung Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring, itu juga dihadiri Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Kustantinah, dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dalam pernyataannya, IPB menyatakan bahwa hingga 10 Februari 2011, pihaknya belum menerima pemberitahuan putusan tersebut dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai pengadilan tingkat pertama yang memutus perkara.

“Jika kami telah menerima salinan putusan tersebut, tentu IPB akan melaksanakan hal-hal yang sudah diatur secara hukum, setelah melalui kajian dan pertimbangan-pertimbangan,” kata Dedi.

Selain IPB, Kementerian Kesehatan dan Badan POM menyatakan belum menerima salinan putusan kasasi MA yang memenangkan gugatan David Tobing yang meminta agar pemerintah mengumumkan nama-nama produsen susu formula itu. “Kami mendapatkan putusan MA itu dengan mengunduh dari situs http://putusan.mahkamahagung.go.id karena hingga saat ini kami belum menerima salinan putusan resmi dari pengadilan,” ujar Menkes.

Menkes juga mengungkapkan bahwa penelitian ilmiah yang dilakukan IPB memiliki independensi sehingga tidak ada kewajiban melaporkan hasil penelitian ke Kementerian Kesehatan. “Jadi jika saya ditanya, dipancing dengan umpan apapun, saya tidak tahu,” kata Menkes.

Sementara, Kepala Badan POM Kustantinah mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian terkait hasil penelitian IPB itu dalam inspeksi rutinnya. “Penelitian–yang diterbitkan pada Februari 2008 dan pada Maret 2008–menggunakan 96 sampel susu formula dari berbagai merek. Tidak ada satupun yang mengandung Enterobacter Sakazakii,” ujar Kustantinah.

Selain itu, pengambilan sampel juga dilakukan pada tahun 2009 sebanyak 11 sampel, 2010 sebanyak 99 sampel dan pada 2011 hingga bulan Februari sebanyak 18 sampel.
“Dari seluruh sampel itu tidak ada satupun yang mengandung Enterobacter Sakazakii,” ujarnya.


Responses

  1. gmn klo jd seperti ini,dri pihak stu ke pihak yg stu nya lg smua tidak ada yg mau berbicara jujur,apa guna nya ada penelitian,yg akibat nya membuat smua orang jd resah,apa itu tujuan pengunaan teknilogi cangih,klo memang ada beberapa merek susu yg benr2 mengandung bakteri berbahaya ya jelas kan kepada masyarakat secara jelas,singkat dan padat,jgn cm smuax berkata tidak ada,tp berkata jg menunggu keputusan salinan dr MA.ini yg bkn masyarakat bingg?!krn sya pribadi punya pengalaman,pd thn 2009 lalu ank sya umur skitar 9bln terkena diare akut,dan pd waktu itu mmg sya berikan susu formula,dgn ada nya berita yg tdak jelas ini,sya jd berfikiran klo mmg ada kandungan bakteri pd susu tersbut,makax buat para peneliti katakan dgn jujur,merk susu formula mn yg ad bakteri nya,kalian sih enak aja tau merkx jd bsa beralih ke merek lain lah kita masyarakat awam??biar produsen susu yg bersangkutan lebih teliti lg dlm berinovasi,jgn mau untung nya sndiri sementara masyarakat yg menderita,terutama anak2.jangan takut mengungkap kebenaran.

  2. tanda2 akhir zaman, manusia jadi takut sama manusia, tidak lagi takut sama ALLAH SWT, tunggu pembalasan dari tuhan (mati) baru kalian akan sadar, dan tak ada gunanya lagi menyesal kawan,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: