Oleh: admin1970 | 18 September 2012

Komponen Pangan Hipokolesterolemik: Fitosterol (bagian 3)


fitosterol

Setelah dua komponen pangan hipokolesterolemik yaitu serat pangan dan fitoestrogen telah dibahas, kali ini saya akan menyajikan tulisan tentang Fitosterol. Semoga bermanfaat.

Sterol tanaman dan turunannya adalah grup kolesterol analog yang struktur kimianya memang mirip.  Kolesterol disintesis oleh mamalia, sedangkan fitosterol disintesis oleh tanaman.  Fitosterol utama adalah β-sitosterol, kampesterol dan stigmasterol.  Fitosterol tersebut telah dijual sebagai “functional cholesterol-lowering nutraceutical” di Eropa, USA dan Australia.  Aplikasi utama dari fitosterol tersebut adalah ditambahkan pada margarine dan minyak sayur/minyak makan.  Diperkirakan jumlah asupan pada manusia dapat mencapai 160-360 mg/hari, dan konsumsi harian sebanyak 2 g fitosterol dapat efektif menurunkan kolesterol 9-14% pada manusia dengan sedikit atau tanpa efek pada HDL kolesterol dan trigliserida.

Fitosterol sulit diabsorpsi dalam usus.  Manusia mengkonsumsi 300-500 mg kolesterol per hari, sekitar setengahnya diabsorpsi. Sedangkan fitosterol yang diabsorpsi hanya sekitar 5% dari jumlah sterol yang ada dalam diet.  Mekanisme absorpsi yang berbeda antara fitosterol dan kolesterol belum sepenuhnya diketahui.

Pertama, fitosterol dan kolesterol diabsorpsi oleh enterosit NPC1L1 (Niemann-Pick C1 like 1), sebuah transporter kolesterol di usus. Sayangnya fitosterol sebagian besar dicegah diabsorpsi oleh ATP bindingcassette transporter (ABCG5 dan ABCG8) yang berlokasi di enterosit, dan mengembalikannya ke lumen usus untuk disekresi.

Kedua, ekspresi ACAT2  terjadi di dalam enterocite pada manusia dan bertanggung jawab terhadap esterifikasi kolesterol (dan turunannya) intraseluler.  ACAT2 lebih menyukai mengesterifikasi kolesterol dibandingkan sitosterol sehingga lebih efektif mengeliminasi fitosterol dari proses absorpsi.

Di samping lebih sulit diabsorpsi, fitosterol juga menghambat absorpsi kolesterol dalam usus, dengsn demikian kadar kolesterol plasma turun. Hal terjadi karena:

(1) fitosterol kemungkinan menyebabkan pemindahan kolesterol dari pengikatan misel dalam usus menjadi lebih efektif dan oleh karena itu mengurangi absorpsi kolesterol,

(2) fitosterol mungkin berpengaruh pada sintesis kolesterol seperti β-sitosterol yang menurunkan sintesis kolesterol dengan menghambat ekspresi gen HMG-CoA reduktase dalam sel CaCo-2.  Sejumlah studi pada hewan percobaan dan manusia menunjukkan bahwa asupan fitosterol bermanfaat yaitu menurunkan kadar LDL kolesterol dan kolesterol total.


Responses

  1. Maaf Pak, saya ingin bertanya.

    Bapak menulis, “Kolesterol disintesis oleh mamalia,..”. Apakah itu artinya bahwa kolesterol hanya disintesis oleh mamalia saja? Bagaimana dengan hewan kelas lain (seperti aves) dan turunan pangan hewani lain, seperti telur, susu, dan keju?

    Terima kasih sebelumnya, Pak.

    • Ya mbak hewani terutama mamalia..

  2. […] tentang komponen pangan yang bersifat hipokolesterolemik. Tulisan sebelumnya membahas tentang Fitosterol. Kali ini, tulisan saya akan membahas tentang katekin teh. Pasti anda semua sudah sering […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: