duniapangankita

Sore ini sebelum pulang kantor buka blog tercinta www.duniapangankita.wordpress.com menjadi terkaget-kaget dengan tambahan traffic yang sangat dahsyat. Setelah aku cari-cari, ternyata traffic datang  dari satu sumber yaitu pengumuman Pemenang Blog Award Minggu Pertama Desember 2009 dari ISBA (Internet Sehat Blog Award) 2009. Horeeeeeeeee!

Walah…walah, padahal ikutan daftar baru minggu lalu langsung jadi pemenang. Ya sebenarnya karena setuju banget dengan judulnya Internet Sehat, mudah-mudah lebih banyak lagi gabung dengan komunitas blogger Internet Sehat seperti banner yang aku pasang di pojok kanan atas ” I am internet sehat Blogger!”. Biar negara ini lebih sehat jasmani dan rohani!

Award ini juga gak main-main lho, kalo mau ikutan atau sekedar lihat-lihat  aja (hadiah, penilai, persyaratan dll) silakan klik di : Blog Award

Jangan lupa klik : Pemenang Blog Award Internet Sehat untuk lihat pengumumannya…ceile..

Oleh: admin1970 | 27 November 2009

Laporan Pandangan Mata Penyembelihan Hewan Kurban

Seperti saya sudah janjikan kemarin untuk melaporkan pandangan mata penyembelihan hewan kurban di tempatku, dibawah ini foto-foto pandangan mata tersebut (sekaligus bentuk pertanggungjawaban pada rekan-rekan/saudara yang telah menitipkan hewan kurban pada saya).

Lokasi : Kp. Babakan Pandai 39 Cibanteng RT 02/07 , Cibanteng-Ciampea Bogor 16620

Jumlah kambing kurban : 7 ekor

Nama pekurban :

1. Arif Hartoyo (saya) 1 ekor

2. Keluarga Mas Fardi 2 ekor

3. Keluarga Mas Luluk 2 ekor

4. Keluarga Mas Yudi 2 ekor.

Pemotong kambing kurban : saya sendiri

Pembagi daging kepada yang berhak : 7 orang terpercaya binaan istri

Jumlah penerima : 180 keluarga tidak mampu di 5 RT, plus 3 ustad, dan 7 orang yang membantu penyembelihan kurban

Kambing Mas Arif (saya)

Kambing mas Fardi1

Kurban Mas Fardi2

Kurban Mas Luluk1

Kurban Mas Luluk2

Kurban Mas Yudi1

Kurban Mas Yudi2

Mas Arif sedang motong kambing kurban

kambing kurban siap dikuliti

Proses pengulitan kambing kurban

7 kepala kambing kurban

Istriku ikut sibuk membagi daging kambing

Daging kambing dimasukkan plastik siap didistribusikan pada yg berhak

Saya ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu terlaksananya pemotongan hewan kurban di kampung saya. Semoga tahun depan bisa lebih banyak yang berpartisipasi.

salam

ahartoyo

Oleh: admin1970 | 26 November 2009

AYO BERKURBAN….BERDAYAKAN MASYARAKAT SEKITAR!

Besok kita umat muslim akan merayakan Hari Raya Kurban 10 Dulhijah. Sudahkah kita menyiapkan diri untuk berkurban? Syukurlah kalau sudah, yang belum bergegaslah!

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya akan menyembelih kurban kambing. Jumlahnya 7 ekor (sementara). Semua akan saya potong sendiri, dan tetangga membantu menguliti dan motong-motong, dan membagikannya kepada yang berhak. Satu ekor dari saya, 2 ekor dari keluarga mas Fardi/Mbak Rani di Jakarta, 2 ekor dari keluarga mas Luluk Hartono di Bekasi dan 2 ekor dari keluarga mas Yudi/Mbak Aan di Bogor. Alhamdulillah, beberapa teman turut serta berkurban di kampungku yang termasuk daerah tertinggal (padahal jaraknya hanya ratusan meter dari kampus IPB). Terimakasih teman-teman semua…..semoga rezekinya bertambah-tambah!

Semua kambing saya peroleh dari tetangga sekitar yang pada rajin ke Masjid. Berkurban sambil sedikit memberdayakan. Semoga wargaku yang biasanya hanya makan dengan kerupuk atau ikan asin, besok bisa menikmati lezatnya daging kambing!

Besok Insya Allah saya akan laporkan dan upload gambar-gambar acara penyembelihan kurbannya…..

Oleh: admin1970 | 14 November 2009

Cherish Every Moment

Cherish Every MomentHe..he.., sedikit refreshing perlu juga kita membaca buku-buku yg bermakna. Ya, judul di atas adalah judul buku karangan mas Arvan Pradiansyah. Merupakan buku ke tiga setalah “You Are A Leader” dan “Life is Beatifull”. Ketiganya saya anjurkan untuk anda baca, pokoknya sangat menggugah dan menginspirasi…., saya ndak promosi lho….!

Cherish Every Moment dapat diartikan/berisi sebagai “bagaimana kita bisa menikmati hidup yg indah setiap saat”. Kita memang sering lupa, banyak hal yg seharusnya bisa kita nikmati dalam hidup ini. Seringkali kita disibukan urusan pekerjaan, urusan ini itu, sehingga justeru lupa menikmati hasilnya. Kita sering dilupakan dg berbagai rencana, planning masa depan, tapi kita lupa mensyukuri apa yg sudah kita miliki. itulah manusia.

Saya belum bisa cerita isi lengkap dari buku tersebut, soalnya baru beli kemarin dan baru lihat selintas isinya. Saya petikkan saja pesan Mas Arvan pada anak-anaknya, yg tertulis di lembaran awal buku. Coba baca petikannya :

APA YG TERJADI PADA KITA SEKARANG, DITENTUKAN OLEH PILIHAN-PILIHAN YG KITA BUAT PADA MASA LALU.

APA YG TERJADI DI MASA DEPAN, DITENTUKAN OLEH PILIHAN-PILIHAN YG KITA BUAT PADA MASA KINI

KARENA ITU, MASA DEPAN DAPAT KITA CIPTAKAN SENDIRI DENGAN CARA BERBUAT YG SEBAIK MUNGKIN SEKARANG, SAAT INI JUGA!

MASUKILAH MASA KINI. NIKMATILAH HARI INI. HIDUPLAH DI MASA SEKARANG. CHERISH EVERY MOMENT.

Semoga bermanfaat,

salam hangat

ahartoyo

Oleh: admin1970 | 9 November 2009

Pusingnya Menjadi Peneliti di Indonesia…

peneliti stress

Mendapatkan proyek penelitian tidak lantas enak dan senang. Contohnya (satu saja, soalnya banyak kalo mau ditulis) ketika harus bikin laporan. Bukan laporannya yang bikin pusing tujuh kelilng, tapi ketika diminta rincian kwitansi yang harus dicopy 7 kali.

Hari jum’at kemarin seharusnya laporan HIBAH Bersaing harus masuk, tapi karena kendala kwitansi tadi jadi belum selesai sampai sekarang. Mulai harus ngumpulin kuitansi dari yang berharga ratusan rupiah sampai yang berhaga ratusan ribu rupiah. Ada yang bercap toko, dan lebih banyak yang tidak pakai cap.Dan banyak lagi yang tidak berkuitansi, ya karena beli bahan dari petani. Padahal yang dibutuhkan adalah kuitansi yang ada capnya! Alamak…..nasib penelitian di Indonesia.

Sebenarnya, 4 tahun kebelakang tidak pernah di tuntut harus melampirkan kuitansi dan hanya diminta untuk menyimpannya. Dan sekarang mulai diberlakukan…

Dan apa yang terjadi, muncullah jasa-jasa pembuat kuitansi bercap. Dan ini nyata! Karena tidak mau dipusingkan dengan masalah kuitansi banyak para peneliti akhirnya menggunakan jasa-jasa itu……Siapa yang salah? Berdosakah? Entahlah, memang akhirnya membuat para peneliti enggan untuk membuat lagi proposal….minimal beberapa teman yang saya temui.

Dan hal ini biasa terjadi di sini, di republik tercinta ini. Bikin kuitansi perjalanan, hotel, penerbangan, pembelian barang yang sejatinya…..

Kalau sudah begitu, bisakah kita meneliti dengan hati…(kata temanku Irwandi Jaswir di harian Republika beberapa hari yang lalu….). Coba bandingkan kondisi dosen/peneliti kita dengan negara sebelah! Pasti kita akan geleng-geleng sendiri.

Ah malu aku dibuatnya. Bisa bertahankah aku? Haruskah kita diam saja melihat kondisi ini? Pantaslah apa yang terjadi di MK kemarin…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori