Oleh: admin1970 | 28 Agustus 2012

Apa Itu Indeks Glikemik ?


memilih pangan berdasar indeks glikemik

Sekarang sering muncul istilah Indeks Glikemik (IG) , pangan dengan IG rendah atau tinggi. Apa sebenarnya Indeks Glikemik tersebut, ikuti ulasan ringkas berikut ini. Semoga bermanfaat.

Indeks glikemik (IG) yang diperkenalkan oleh Jenkins (1981) menggambarkan peningkatan glukosa darah setelah mengkonsumsi pangan tertentu terhadap glukosa darah dengan glukosa atau roti tawar sebagai standar pada subyek yang sama.  Nilai indeks glikemik sangat ditentukan oleh karbohidrat dalam pangan yang dikonsumsi.  Karena pangan karbohidratlah yang akan mensuplai glukosa darah.

Karbohidrat secara umum diklasifikasikan sebagai karbohidrat sederhana dan kompleks.  Monosakarida dan disakarida termasuk grup karbohidrat sederhana, contohnya adalah fruktosa, glukosa, galaktosa, sukrosa dan galaktosa.  Sedangkan polisakarida misalnya pati disebut sebagai karbohidrat kompleks.

Sebelumnya banyak yang menganggap bahwa molekul yang lebih sederhana diabsorpsi lebih cepat dibandingkan molekul yang lebih besar.  Sekarang diketahui, asumsi ini tidak selalu benar.  Pencernaan dan absorpsi tidak terjadi pada kecepatan yang sama untuk semua karbohidrat.  Jenis karbohidrat yang berbeda akan menghasilkan respon glukosa yang berbeda.

Absorpsi monosakarida terjadi dalam sel mukosa usus.  Glukosa dan galaktosa diabsorpsi secara “transport active” (dibutuhkan energi) dengan bantuan protein pembawa untuk membantu melewati membran.  Fruktosa diabsorpsi dengan cara yang berbeda yaitu melalui proses difusi fasilitas yang melibatkan protein pembawa tetapi tanpa membutuhkan energi.  Dengan kata lain, fruktosa diabsorpsi lebih lambat dibandingkan glukosa dan galaktosa, meskipun sama-sama monosakarida.  Oleh karena itu nilai IG cenderung lebih rendah untuk pangan yang mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi.

Selain karena kandungan fruktosa, nilai IG pangan akan rendah bila menunjukkan rasio amilosa/amilopektin yang tinggi, ukuran partikel relatif besar, diproses minimal dan dikonsumsi bersama lemak dan protein.  Pengelompokan pangan berdasarkan nilai IG dapat dilihat pada Tabel 1.  Sedangkan efek pemberian pangan dengan IG berbeda pada penyerapan di usus dan kadar glukosa postprandial digambarkan pada Gambar 1.

Tabel 1.  Katagori pangan menurut Indek Glikemik

Katagori Pangan Rentang nilai Indek Glikemik*)
IG rendah

< 55

IG sedang

55 – 70

IG tinggi

> 70

*) Glukosa murni sebagai acuan/standar

indeks glikemik

Gambar 1. Hipotesis efek pemberian pangan dengan IG  rendah (A) dan tinggi (B) pada absorpsi glukosa dan glukosa postprandial.

Dari Gambar 1 jelas terlihat bahwa pangan dengan IG rendah akan melepaskan glukosa secara perlahan sehingga akan mensuplai kebutuhan glukosa tubuh relatif lebih lama dibandingkan  jika mengkonsumsi pangan dengan IG yang tinggi.  Pemilihan pangan berdasar IG ini mulai banyak diterapkan, mulai untuk penderita diabetes sampai pada para olahragawan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: